Blog Baru, Suasana Baru

Disclaimer: tulisan ini adalah opini pribadi penulis, penulis tidak dibayar apapun oleh pihak ketiga yang disebutkan di dalam tulisan ini.

Halo, selamat datang di miawahyu.com!

Ini adalah postingan pertama saya di blog ini, senaang rasanya.

Blog ini adalah rumah maya kedua saya setelah travelinmee.wordpress.com. Blog pertama saya tersebut sudah ada semenjak saya masih menjadi mahasiswa kucel kuliah di Solo. Isinya penuh dengan racauan manusia masa transisi yang bukan lagi remaja, dewasa juga nggak. Sebenarnya, ada beberapa blog yang lebih lama lagi dari itu. Namun ibarat diari seorang perempuan: semakin lama usia diarinya, semakin mengerikan isinya. Percayalah.

Beberapa bulan yang lalu, saya menyapu bersih postingan-postingan berbau curhatan colongan tersebut hingga 20-an postingan banyaknya, dan menyisakan sekitar empat tulisan saja *tutup muka*. Ibarat sebuah rumah, saya berusaha agar beranda, ruang tamu, ruang keluarga, hingga kamar mandi saya layak dikunjungi oleh para tamu dan teman baru saya.

Di bulan September yang lalu, saya mengikuti beberapa komunitas blogger dan menjajaki pengalaman baru sebagai blogger baru yang masih kinyis-kinyis. Beruntung, saya juga mendapatkan kesempatan undangan gathering blogger pertama saya dari Kumpulan Emak BloggerΒ pada tanggal 9 Agustus 2017 dan menuliskan reviewnya di sini. Di sana saya bertemu banyak blogger senior yang jam terbangnya jauh lebih tinggi dan belajar banyak hal. Misalkan, mulai dari serba-serbi job untuk blogger, penulisan, pemanfaatan social media, hingga mengenai pentingnya domain berbayar dan juga tampilan blog itu sendiri.

Yak, karena memang pada dasarnya saya adalah orang yang mudah triggered untuk hal-hal tertentu (untungnya nggak termasuk arisan berlian, eh) saya bertekad untuk memiliki blog yang lebih cantik dan profesional di bulan depan dengan domain yang tidak gratisan.

Alasan kedua, saya ternyata tetap membutuhkan tempat untuk menuangkan ide-ide random saya yang memang sudah ada kavlingnya di blog pertama. Meskipun blog adalah ruang publik, saya tetap membutuhkan kamar pribadi bagi saya untuk bercerita dengan lebih santai lagi, lebih random lagi, dan mungkin lebih gila lagi–tentang hal apapun. Maka, blog travel-in-mee saya putuskan menjadi kamar pribadi saya, di mana saya leluasa menuangkan opini pribadi saya serandom apapun itu.

Domain dan Cloud Hosting StoreΒ Pilihan

Kembali lagi ke hal domain dan blogging, alhamdulillah, di bulan Oktober ini cita-cita kecil saya tercapai. Setelah membaca beberapa artikel mengenai tempat di mana kita bisa beli domain dan hosting yang recommended, pilihan saya jatuh pada Dewa Web (situsnya bisa dikunjungi di sini). Di sana, saya membeli paket yang paling murah (ehehe), yaitu Paket Scout untuk personal karena saya masih dalam tahap percobaan.

source: dewaweb.com

Para customer service yang biasa disebut dengan Ninja Support Online amat membantu saya yang sangat awam ini untuk memilih paket, menyelesaikan pembayaran, memasang WordPress, dan printilan lainnya. Kadang saking awamnya, saya mengajukan pertanyaan, seperti:

“Mas, maaf ini memang pertanyaan bodoh, tapi saya nggak tahu beneran. Kalau saya pasang email admin@miawahyu.com sebagai alamat email yang bisa dihubungi di blog ini, trus kalau ada yang kirim email ke sana, saya bukanya di mana ya mas?”

Kemudian ia balas dengan ngakak online. Huvt.

Hehe, pada akhirnya si mas ninja menjelaskan dengan sabar kalau untuk email kontak yang bisa dihubungi, saya cukup memakai email yang saya biasa gunakan saja di gmail. Solved.

Bimbang Antara Upgrade Blog Lama vs Buat Baru

Karena sudah kadung bin ngebet kepingin punya blog dengan nama sendiri, saya tidak perlu lama-lama memutuskan mau dinamakan seperti apa blog saya, yaitu miawahyu.com. Tadinya agak mak ndredeg takut nama domain idaman saya itu sudah ada yang ngembat. Untunglah, masih rejeki saya bisa memakai nama sendiri. Kalau miawahyu.com sudah terpakai, saya berniat pakai nama panjang saya. Masih terpakai juga? Mungkin saya akan coba-coba daftar dengan nama miatoretto.com. Kali aja nggak ada yang punya, terus saya diajak main pelem sama Bang Dominic. Lah.

Ngomong-ngomong, saya juga memiliki niatan awal untuk mengupgrade blog travel-in-mee dari domain .wordpress.com ke .com, atau istilah kerennya menjadi blog versi premium. Setelah saya tanya kanan kiri, ternyata jalan satu-satunya (yang saya tahu) memang harus via wordpress.org, yang notabene mencantumkan nomor kartu kredit (yang saya nggak punya) atau PayPal (ini juga nggak punya).

Oh ya, ngomong-ngomong ada cara lain buat kustomisasi domain WordPress yang kebetulan saya tidak mencobanya, bisa dicek di sini.

Kemudian dari segi pembiayaan. Biaya upgrade blog WordPress ke versi premium yang paling murahnya itu (paket personal) adalah $2.99 per bulan. Totalnya, ada sekitar $35.88 yang harus kita bayarkan untuk aktivasi selama setahun, atau kalau dikonversikan ke rupiah sesuai kurs dolar saat ini menjadi Rp484.846,44.

Saya bimbang, antara upgrade blog lama saya atau buat blog baru. Mungkin saya bisa memindahkan satu per satu tulisan di blog lama tersebut ke sini, dan menghapusnya. Tapi memang pada dasarnya saya perempuan sentimentil yang sulit terlepas dari masa lalu (aw), dan saya juga masih sayang dengan blog pertama saya yang sudah dipermak sedikit-sedikit (ea), maka saya putuskan: membuat blog baru, dan mempertahankan keduanya.

*

Nah, itu sekelumit kisah tentang awal mula lahirnya blog yang masih bayi merah ini. Mudah-mudahan, si bayi merah ini dapat tumbuh dengan baik dan bermakna (ngomong sama diri sendiri). Nah, ada yang punya cerita lain tentang pengalaman pertama memiliki blog versi upgrade? Yuk share di komen πŸ™‚

You may also like

8 Comments

    1. Terima kasih sudah berkunjung ya Muthi, salam kenal juga ^^
      Haha, iya lumayan banyak. Sebenarnya nggak literally dihapus juga sih, karena tulisan-tulisan (labil) itu saya simpan di Ms. Word buat kenang-kenangan dan demi melihat progres tulisan saya.
      Wah Muthi udah senior. Mohon bimbingannya ya suhu. Hihi

  1. Saya juga baru aja buat domain baru bertema homeschooling. Tapi bukan di dewaweb. Boleh juga nih jadi rekomendasi.
    Pengen juga upgrade wordpress.. tapi…

    1. Waah, boleh juga, saya mampir ya mbak numpang ngeteh di blog mbak zahra πŸ˜€

      Ya, tapii? *menunggu terusannya*

      Anyway, makasih sudah mampir ya mbak ^^

  2. Aaah. Aku pun demikian Mbak. Bulan lalu baru aja taken domain baru. Masih pake hosting blogspot. Sebelumnya ada blog khusus crafting & jualan juga yang agak berat kalo nama domainnya harus ganti atau redirect. Hehe. Salam kenal yaa..

    1. Kreatif pisan mbak, bisa ngerajut dan menjahit..tanganku nggak setrampil itu πŸ˜‚πŸ˜‚
      Waah, rempong ga mbak upgrade domain di blogspot?

      Makasih sudah mampir ya mbak^^

  3. saya sendiri sangat ingin punya hosting sendiri seperti ini, tapi binggung bagaimana caranya apalagi atus semuanya kan sendiri..
    sementara ini blog saya pakai mapping alamat doang, masih pakai bloggerkalau ngeditnya mah

    1. Penyedia web hosting dan domain insya Allah sangat membantu kita memasang segala printilan yang kita butuhkan kok mbaak πŸ˜€
      Saya juga manusia awam begini akhirnya bisa memiliki blog dengan domain berakhiran .com, dengan dibantu para CS yang profesional di bidangnya (meskipun mereka mungkin banyak tepok jidat karena saya banyak nanya..haha)
      Harganya pun semakin terjangkau di kantong, jika dibandingkan dengan faslitas yang kita dapatkan. Salam kenal ya mbak πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *