CNI IDEAPreneur: Digital Marketing, Hal Yang Sudah Menjadi Seharusnya

Berbicara tentang CNI membawa ingatan saya terbang ke zaman saat saya masih duduk di sekolah dasar. Saat itu, ibu saya rajin mengonsumsi produk-produk kesehatan dari CNI seperti Sun Chlorella yang berwarna hijau dan beraroma ganggang hijau, Ester-C, hingga Vitasigi F yang memiliki rasa aneka macam buah dan berbintik-bintik hijau tua yang segar rasanya.

Ibu sempat menjadi member CNI kala itu, dan di saat itu pula kami menjadi pelanggan tetap multivitamin dan suplemen makanan yang menyehatkan dari CNI. Kemudian seiring berjalannya waktu, Ibu semakin sibuk di pekerjaannya sebagai tenaga pendidik. Sisa-sisa kenangan saat itu membuat saya teringat kembali asyiknya melihat-lihat katalog produk CNI saat saya masih kecil.

Saat saya sudah dewasa kini, saya mendengar tentang CNI kembali melalui informasi yang dibagikan oleh Indonesian Social Bloggerpreneur (ISB) minggu lalu. PT Citra Nusa Insan Cemerlang atau yang tenar dengan CNI baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-31, dan saya pun takjub. Sebagai sebuah perusahaan Multi Level Marketing di Indonesia, CNI sudah berusia amat dewasa dan semakin cemerlang saja. Tergelitik oleh kenangan masa kecil saya, saya pun penasaran: bagaimana kabar CNI yang sekarang?

CNI Expo 2017

Perhelatan hari ulang tahun CNI ini diselenggarakan dalam rangkaian acara CNI Expo 2017. Atas undangan dari ISB dan CNI, saya berkesempatan hadir dalam acara CNI Expo pada hari kedua, yaitu tanggal 19 Oktober 2017. Acara ini diselenggarakan langsung di Kantor CNI, Gedung C3 Puri Indah Jakarta Barat. Pada tahun ini, CNI Expo dilaksanakan pada tanggal 18-20 Oktober dengan mengusung tema “IDEAPreneur, Jadi Enterpreneur Hebat dengan Manfaatkan Dunia Digital”.

Rangkaian acara CNI Expo

Ada banyak agenda menarik yang diselenggarakan, seperti bazaar dari UKM se-Jabodetabek mulai dari pakaian, makanan, obat herbal, aksesoris, dan lain-lain. Selain itu, dalam CNI Expo juga pengunjung bisa mengikuti photo contest, photography class, beauty class, demo tabulampot, donor darah, hingga berbagai seminar dan talkshow menarik lainnya. Semuanya bisa diikuti secara gratis, tis!

Saat pertama kali datang, kami disambut dengan bazaar yang ramai pengunjung dan juga welcome drink berupa Honey Lemon Tea dan Ginseng Coffee CNI yang lezat. Wah, kopi ginseng ini mah favorit keluarga saya sejak dulu! Selain rasanya lezat, kopinya juga menyehatkan dan aman bagi lambung. Dan di sini, saya bisa refill berkali-kali sampai puas. Kenapa saya nggak bawa tumblr sekalian ya buat dibawa balik?

Kopi Ginseng Favorit. Yummy~
Pelatihan Foto di CNI Expo
Pameran UKM
Milestone CNI semenjak tahun 1986

Setelah mengikuti sesi pelatihan fotografi sebentar, saya dan beberapa kawan blogger dari ISB segera menuju ke ruang seminar di lantai 2 untuk mengikuti talkshow mengenai digital marketing bersama para narasumber yang keren pastinya:

  1. Ryan Batchin Indra, praktisi Google muda yang telah mencapai prestasi sebagai Google Adword Contributor 2013-3017
  2. Charis Abdul Hanan, seorang bussiness enterpreneur yang sukses
  3. Dina Lorenza, yang dikenal sebagai artis sinetron. Pada sesi talkshow ini, Mbak Dina juga membawa titel sebagai anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI)

Digital Marketing Adalah Keniscayaan

Bisnis CNI dimulai sebelum era 90-an, tepatnya pada tahun 1986. Pada saat itu, teknologi belum berkembang seperti sekarang. Produk-produk CNI yang didominasi dengan produk kesehatan dan kecantikan awalnya dipasarkan secara offline dengan door to door atau direct selling dari member kepada konsumen. Namun saat ini di kala teknologi di bidang komunikasi semakin berkembang, penjualan produk CNI (dan juga produk dari perusahaan lainnya) mengalami revolusi. Digital marketing adalah sebuah keniscayaan.

Sebenarnya, apakah digital marketing itu?

Inilah yang dibahas tuntas pada talkshow keren yang saya ikuti minggu lalu. Pada sesi pertama, Ryan Batchin Indra membuka talkshow dengan sebuah pertanyaan, “Siapa di sini yang tidak punya (akun) Facebook?

Dari sekian ratus jumlah peserta seminar, hampir tidak ada yang mengacungkan tangan. Wah, sudah punya akun semua nih? Padahal peserta seminar didominasi usia senior 40-an ke atas lho.

Ryan Batchin pun memaparkan, betapa di zaman sekarang ini kita hampir melakukan segala hal dengan internet, dan segala macam aktivitas dilakukan dengan menggunakan ponsel. Mulai dari berbelanja baju, alat rumah tangga, alat elektronik, cross check segala macam informasi, hingga order makanan pun dilakukan via online.

Ryan Batchin

Tren Digital di Indonesia

Ryan Batchin memaparkan, dari total populasi masyarakat Indonesia sebanyak 262 juta jiwa, 132,7 juta jiwa adalah pengguna internet. Sedangkan, pengguna sosial media yang aktif adalah sebanyak 106 juta jiwa. Wah, hampir setengahnya ya! Bayangkan saja jika setengah dari jumlah populasi masyarakat Indonesia itu adalah lansia dan balita yang belum menggunakan media sosial, berarti bisa dikatakan kalau hampir semua masyarakat Indonesia di usia produktif adalah pengguna media sosial yang aktif.

Nah, kalau dilihat dari segi keuntungan secara marketing buat para pengusaha dari perusahaan besar hingga mamak-mamak olshop di tingkat kesatuan terkecil bernama bisnis rumahan, tren digital ini pastinya sangat menguntungkan dong.

Contohnya, ada iklan popok bayi di televisi. Ada kemungkinan orang-orang yang melihat iklan tersebut bukanlah target pasar yang sesungguhnya. Yang melihat bisa anak sekolahan, lansia, atau ibu-ibu yang tidak memiliki anak balita atau yang memilih untuk tidak menggunakan pospak (popok sekali pakai).

Nah, kalau iklan yang muncul di internet itu berbeda. Internet memiliki sistem algoritma yang bisa melacak hal-hal yang kita sukai berdasarkan hasil dari penelusuran-penelusuran kita di internet, kemudian menghimpun data tersebut dan “memilihkan” mana iklan yang bisa menarik minat kita. Makanya, inilah alasan kenapa kalau kita misalkan suka membuka artikel tentang rekomendasi destinasi wisata untuk liburan, ujug-ujug beranda medsos kita muncul sugesti-sugesti paket liburan murah yang bikin gatal rasanya kalau tidak diklik 😀

Sadly, ini pula yang menjadi alasan kenapa orang yang hobi membuka artikel atau berita-berita hoax akan semakin yakin dengan apa yang dia baca, karena di beranda medsos akan selalu muncul sugesti artikel sesuai penelusuran terbanyak yang dia lakukan.

Jadi, konsep ngiklan di internet memang berbeda dengan iklan secara mainstream melalui televisi, radio, surat kabar, maupun media lainnya. Iklan yang muncul di internet akan lebih sesuai dan tepat sasaran dengan target pasar. Ada banyak jalan untuk ngiklan melalui internet dan mendatangkan pengunjung ke toko online yang dimiliki para pengusaha. Misalkan:

  1. Via Google (mesin pencari, saat calon pelanggan mengetikkan keywords atau kata kunci). Nah, strategi search engine seperti Google ini ada dua macam, yaitu dengan SEO (Search Engine Optimization) yang organik maupun SEM (Search Engine Marketing)
  2. Via artikel yang dibuat di situs yang digunakan sebagai toko online
  3. Via blogwalking. Nah, jadi selain nambah traffic, blogwalking juga bermanfaat untuk menawarkan barang atau jasa yang dimiliki kepada calon pelanggan
  4. Via display, seperti banner atau iklan yang ditayangkan di beberapa space iklan yang sengaja disediakan situs-situs tertentu, misalkan Youtube atau detik.com
  5. Via media sosial, seperti Fanpage Facebook dan Facebook Ads/Instagram Ads

Perubahan aspek kehidupan yang serba digital mengubah dan bisa membangun bisnis. Nah, apa saja keuntungan untuk para pebisnis yang melakukan digital marketing buat mengenalkan dan memasarkan produknya ke masyarakat?

  1. Orang-orang yang tertarik melihat iklan, jumlah barang yang terjual, hingga produk yang menjadi favorit dan best seller bisa terdeteksi dan terekam dengan baik melalui internet tanpa terlewatkan.
  2. Bisa on selama 24 jam sehari. Berbeda dengan iklan di media lain seperti televisi yang iklannya hanya tayang di jam-jam tertentu. Dengan strategi digital marketing,  informasi tentang produk/ jasa bisa diakses kapan aja nih.
  3. Jangkauan yang luas dan juga secara global
  4. Biaya yang lebih murah. Coba bandingkan antara ngiklan di Facebook Ads dan ngiklan di koran, serta pertimbangan masa penayangannya. Jauh sekali bukan?

Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Media Iklan

Ryan Batchin membuat bahasan khusus tentang beriklan di media sosial. Kenapa? Karena hampir setengah jumlah penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial yang aktif (seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya). Jadi, ladang untuk mendapatkan pelanggan dari media sosial itu sangaat besar. Kita bisa memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menjaring pelanggan. Uhuy!

Media sosial yang lazim digunakan oleh people jaman now adalah Facebook dan Instagram. Namun, Ryan Batchin mengimbau, untuk berjualan lebih baik menggunakan Facebook Fanspage (untuk Facebook) atau Instagram Bussiness (untuk Instagram). Kenapa? Karena fanspage dapat menjaring pelanggan lebih banyak, hingga jutaan orang. Bandingkan dengan jumlah pertemanan di Facebook yang hanya dibatasi 500 orang.

Nah, bagaimana melakukan strategi memanfaatkan media sosial dalam dunia digital marketing? Tentukan dulu konten yang tepat, dengan cara:

  1. Proportion: perhatikan proporsi konten yang dipublish, yaitu 80% postingan yang informatif dan bermanfaat (yang masih ada hubungannya dengan produk), dan 20% postingan iklan secara hard selling atau langsung jualan. Misalkan, produk kopi ginseng CNI yang dijual melalui fanspage, bisa dibuat postingan tentang cara asyik minum kopi, waktu yang tepat minum kopi, tempat yang cocok untuk ngopi, dan lain-lain hingga proporsinya 80%. Sisanya sebanyak 20% postingan, bisa diisi dengan iklan penjualan kopi ginseng sambil menyebutkan harganya.
  2. Wording: gunakan kata-kata yang powerfull untuk menyampaikan pesan. Perhatikan gaya bahasa yang digunakan, jangan ada typo, jangan menggunakan singkatan, perhatikan jumlah karakter yang digunakan, dan usahakan ada SOP jika fanpage itu dikelola dengan tim, agar gaya bahasa yang dibuat menjadi seragam.
  3. Picture: gunakan gambar yang mengundang orang untuk berinteraksi, misalkan gambar lucu, teka-teki, maupun ilusi optik. Hindari gambar yang memicu SARA atau mengandung unsur pornografi.
  4. Timing: sama seperti siaran televisi, media sosial juga memiliki prime time atau waktu-waktu ramai di saat orang menggunakan media sosial. Nah, pada waktu ini, bisa dimanfaatkan untuk membuat postingan iklan. Menurut Ryan Batchin, prime time pada saat weekdays adalah saat jeda melakukan aktivitas, sedangkan primetime pada saat weekend adalah pada saat sore menjelang malam.
  5. Frequency: jangan terlalu sedikit saat membuat postingan, tapi juga jangan terlalu berlebihan. Intinya mah, ngiklan jangan kayak bernapas. Haha. Berilah jeda, biar elegan.

Mereka yang Sukses dengan Digital Marketing

Setelah Ryan Batchin selesai mengenalkan digital marketing dengan ulasan yang begitu lengkap, narasumber kedua yaitu Charis Abdul Hanan hadir sebagai seseorang yang sukses menjalankan usahanya dengan digital marketing.  Pak Charis ini adalah seorang member CNI semenjak masih belia. Agustus kemarin, ia dinobatkan menjadi Ruby Member CNI dengan penghasilan mencapai 40 juta rupiah per bulannya. Amazing yaa~

Charis Abdul Hanan

Pencapaiannya tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Kesuksesan Pak Charis tidak lepas dari kegigihannya menjalankan bisnis setelah dikenalkan orangtuanya dengan CNI. Poin penting lainnya, ia berani untuk melakukan revolusi dalam marketingnya. CNI yang awal mulanya seimbang antara sistem multi level marketing (MLM) dan kualitas produk, kini CNI lebih fokus dalam mengembangkan produk-produknya yang berkualitas tinggi. Selain itu, sistem penjualan yang awal mulanya dilakukan secara langsung, kini sebagian besar dilakukan dengan digital marketing, dan konsumen pun dapat membuka geraicni.com

Pak Charis pun semakin melebarkan sayap bisnis CNI-nya setelah ia ikut terlibat langsung dalam digital marketing. Sistem yang semakin mudah, juga hasil yang semakin maksimal berkat adanya teknologi. Keberhasilannya tentu tidak dapat dipandang sebelah mata.

Usai Pak Charis membagikan kisah suksesnya, tibalah narasumber terakhir yang sudah banyak ditunggu-tunggu peserta talkshow, karena terkenal sebagai artis yang sering dilihat dalam layar kaca, yaitu Dina Lorenza. Namun kali ini, Mbak Dina tidak hanya membawa titelnya sebagai artis, tetapi juga sebagai seorang enterpreneur busana muslimah dengan label Dilo, yang menyediakan gamis, jilbab syar’i, hingga mukena.

Dina Lorenza

Di tengah kesibukannya sebagai artis dan pemilik bisnis clothing muslimah, Dina Lorenza juga aktif sebagai anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Mbak Dina menuturkan bahwa ia memang belum lama menjadi anggota IPEMI dan menjalankan bisnisnya. Namun, berkat adanya teknologi digital, ia bisa melakukan marketing dengan mudah dan cepat, sehingga brand busana miliknya dapat dikenal khalayak dengan cepat. Selain itu, hal-hal penting lainnya seperti komunikasi, pelayanan customer, dan menjaga komunikasi dengan pelanggan pun menjadi kunci keberhasilan usaha.

Keberadaan internet dan media sosial amat membantu memudahkan bisnis yang dijalankan keduanya, baik oleh Pak Charis maupun Mbak Dina Lorenza. Digital marketing, terutama yang dilakukan via media sosial membuat siapapun bisa menjalankan bisnis dengan cepat, murah, dan juga efisien. Oleh karena itu, tidak heran bukan, saat ini semakin banyak kalangan yang memilih berbisnis online sebagai sampingan, maupun penghasilan utama? Ibu rumah tangga kekinian pun semakin kreatif memanfaatkan waktunya dengan berjualan online dan menambah uang jajan, bahkan bisa jadi lebih besar dari penghsilan sang suami. Hehe.

Ilmu mengenai digital marketing sangatlah menarik, karena media sosial kini fungsinya bergeser, bukan hanya untuk silaturahim dan bercuap-cuap dengan kawan lama atau aktualisasi diri, tapi juga alat bantu yang sangat efektif untuk menghasilkan pundi-pundi.

Nah, adakah teman-teman di sini yang memiliki bisnis online? Seberapa efektif digital marketing mempengaruhi keberhasilan bisnis yang kalian punya? Yuk share di komen 😀

Oh ya, last but not the least, selamat ulang tahun yang ke-31 untuk CNI. Semoga sukses dan berjaya selalu!

You may also like

4 Comments

  1. Suatu kehormatan pekan lalu bisa ikut acara mereka
    banyak ilmu yang bisa dipetik dan semoga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari2 🙂

    btw, inget DL jadi kebayang waktu belio main Gerhana dulu sama raja minyak heheh

    1. Full inspirasi ya mas, hehe. Yap, bener banget. Meskipun bukan membernya, banyak manfaat yang saya dapatkan dari rangkaian acara IDEA Preneur kemarin.
      Hahaha..gebetannya Bang Poltak ya mas 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *